TRIM SSD (Bagian III): Demonstrasi Proses Recovery Data Setelah Format Cepat 

Artikel ini mendemonstrasikan cara kerja TRIM pada SSD menggunakan contoh SSD berpengontrol SM2259XT. Setelah dilakukan quick format di Windows, seluruh data pengguna tampak hilang dan area penyimpanan hanya menampilkan nilai 0 (nol) karena translator lama telah dihapus dan digantikan dengan translator baru.

Untuk mencegah data terus terhapus oleh TRIM, SSD harus segera dimasukkan ke SAFE MODE agar chip NAND tidak lagi diakses oleh CPU. Selanjutnya, teknisi menggunakan loader firmware yang sesuai untuk membangun kembali translator melalui pembacaan Service Area (SA). Setelah proses ini selesai, data yang sebelumnya hanya terbaca sebagai nol mulai dapat diakses kembali melalui Data Extractor.

Tahap berikutnya adalah membuat image (salinan sektor demi sektor) dari SSD sebelum melakukan analisis lebih lanjut. Meskipun struktur folder sering kali hilang akibat quick format yang menimpa informasi boot dan file system, banyak file masih dapat dipulihkan melalui metode RAW Recovery.

Kesimpulan

Quick format pada SSD yang mendukung TRIM dapat membuat data tampak hilang sepenuhnya karena translator penyimpanan ikut terhapus. Namun, dengan penanganan yang cepat menggunakan SAFE MODE, firmware khusus, dan alat profesional seperti PC-3000 SSD, data masih memiliki peluang untuk dipulihkan. Kecepatan penanganan menjadi faktor utama karena semakin lama SSD aktif setelah diformat, semakin banyak data yang akan dihapus secara permanen oleh proses TRIM di latar belakang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *