Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Bagi pengguna laptop atau PC modern, Solid State Drive (SSD) adalah penyelamat. Kecepatannya membuat booting hanya butuh hitungan detik, dan buka aplikasi berat pun terasa sangat mulus. Jauh sekali jika dibandingkan dengan Hard Disk Drive (HDD) konvensional yang lambat dan berisik.
Namun, di balik performanya yang ngebut, SSD menyimpan satu rahasia kelam yang ditakuti semua orang: Sudden Death.
Berbeda dengan HDD yang biasanya memberikan “tanda-tanda pamit” saat akan rusak—seperti bunyi klitik-klitik atau laptop yang mendadak super lemot—SSD bisa mati total secara mendadak tanpa ada gejala awal. Hari ini lancar, besok pagi bisa saja laptop Anda tidak mau masuk ke sistem operasi karena SSD-nya wassalam. Jika hal ini terjadi saat Anda sedang menyusun skripsi atau dikejar deadline pekerjaan kantor, tamatlah riwayat data Anda. Memulihkan data dari SSD yang mati total jauh lebih sulit (dan mahal) dibanding HDD.
Oleh karena itu, bergantung pada satu SSD saja adalah tindakan yang sangat berisiko. Berikut adalah strategi backup terbaik yang wajib Anda terapkan agar terhindar dari mimpi buruk sudden death.
Ini adalah fondasi utama dalam dunia penyelamatan data. Jangan pernah menaruh semua telur dalam satu keranjang. Strategi 3-2-1 artinya:
Jangan malas melakukan backup manual. Manfaatkan teknologi sinkronisasi otomatis yang disediakan oleh penyedia cloud storage.
Benefit tambahan dari metode ini adalah Anda bisa mengakses data tersebut dari ponsel atau perangkat lain kapan saja.
Meskipun Anda sudah menggunakan cloud, memiliki backup fisik lokal tetaplah wajib. Untuk keperluan ini, HDD Eksternal justru lebih direkomendasikan daripada SSD Eksternal. Mengapa?
Lakukan backup berkala ke HDD Eksternal ini, misalnya seminggu sekali atau sebulan sekali menggunakan fitur bawaan seperti File History di Windows atau Time Machine di Mac.
Meskipun sudden death bisa terjadi tanpa gejala, bukan berarti kita tidak bisa memantau kondisinya sama sekali. Komponen SSD memiliki batasan umur yang disebut TBW (Terabytes Written)—yaitu total kapasitas penulisan data maksimal sebelum performanya menurun.
Anda bisa memasang aplikasi gratis seperti CrystalDiskInfo (untuk Windows) untuk melihat persentase kesehatan (Health Status) SSD Anda.
SSD memang memberikan kita kecepatan, tetapi ia menuntut kita untuk lebih waspada. Menghadapi potensi sudden death pada SSD bukanlah dengan cara menduga-duga kapan ia akan rusak, melainkan dengan selalu siap kapan pun ia memutuskan untuk mati.
Mulailah menyalakan fitur sinkronisasi cloud hari ini, miliki satu HDD eksternal untuk cadangan fisik, dan pantau kesehatannya secara berkala. Ingat, biaya untuk membeli media backup jauh lebih murah ketimbang biaya (dan rasa stres) yang harus dibayar saat kehilangan data penting yang tidak bisa kembali.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda mem-backup data hari ini?