Artikel ini menjelaskan cara melakukan pemulihan data dari hard disk yang mengalami kerusakan fisik, banyak bad sector, atau kondisi tidak stabil menggunakan UFS Explorer dengan risiko seminimal mungkin terhadap drive.
1. Nonaktifkan Disk Polling Otomatis
Secara default, sistem akan melakukan polling ke drive untuk membaca partisi dan file system. Pada drive rusak, proses ini dapat menyebabkan hang atau memperparah kerusakan.
Dua cara yang disarankan:
Jalankan UFS Explorer terlebih dahulu, lalu hubungkan drive dan buka menggunakan opsi:
Storage Device (Advanced) atau
Named Device
Jalankan UFS Explorer dalam mode –safe untuk mencegah polling otomatis.
2. Buat Image Drive Sebelum Recovery
Untuk drive rusak, recovery langsung dari disk sangat tidak disarankan.
Tujuan utama:
Mengurangi akses ke drive asli.
Menghindari kerusakan lebih lanjut.
Melakukan recovery dari image, bukan dari media asli.
Terdapat dua metode:
Metode A – Full Disk Image
Membuat image seluruh drive.
Cocok untuk:
Drive sangat rusak.
Recovery data dalam jumlah besar.
Analisis mendalam.
Menggunakan fitur:
Create Storage Image File
Metode B – On-Demand Imaging (Professional Edition)
Membaca hanya sektor yang diperlukan saat dibutuhkan.
Cocok untuk:
Hanya beberapa file penting yang ingin diselamatkan.
Kondisi drive sangat kritis.
Menghemat waktu dan mengurangi beban baca.
Disarankan menggunakan mode:
Direct ATA
Direct SCSI
agar kontrol terhadap error lebih baik.
3. Recovery Berdasarkan Kebutuhan
Jika hanya beberapa file diperlukan
Buka partisi.
Salin file yang dibutuhkan.
Data otomatis disimpan ke sparse image.
Jika banyak file diperlukan
Gunakan Permanent Selection.
Pilih folder/file yang diinginkan.
Gunakan: Save Image of Space Used by Files
UFS Explorer hanya membaca area yang berisi file yang dipilih.
Jika seluruh data aktif diperlukan
Gunakan:
Save Image of Used Space
Keuntungan:
Hanya area yang digunakan file system yang dibaca.
Area kosong dan data yang sudah terhapus tidak ikut diimage.
Jauh lebih cepat dibanding image penuh.
4. Jika Partisi Tidak Terdeteksi
Bila file system tidak ditemukan:
Buka Partition Manager.
Periksa offset umum secara manual.
Definisikan partisi secara manual jika ditemukan.
Gunakan scanning dengan mode jump jika diperlukan.
Jika tetap gagal, buat image penuh untuk analisis lanjutan.
5. Kurangi Beban pada Drive Rusak
Untuk memperpanjang umur drive selama recovery:
Beri jeda secara berkala saat imaging.
Gunakan tombol Stop Disk agar drive masuk mode standby.
Hindari pembacaan berulang pada area yang sama.
Gunakan image yang sudah dibuat untuk proses lanjutan.
Kesimpulan
Prinsip terpenting saat menangani hard disk rusak adalah meminimalkan akses langsung ke drive. Jangan melakukan scan berulang atau recovery langsung dari media asli. Langkah yang paling aman adalah:
Nonaktifkan polling otomatis.
Buat image drive sesegera mungkin.
Gunakan metode imaging yang paling sesuai (full image atau on-demand image).
Lakukan seluruh proses recovery dari image, bukan dari drive asli.
Kurangi waktu kerja dan panas pada drive dengan fitur Stop Disk.
Semakin sedikit drive rusak diakses, semakin besar peluang data dapat diselamatkan tanpa menyebabkan kerusakan tambahan.