Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Pernahkah Anda mengalami momen horor ketika laptop atau komputer tiba-tiba blue screen, dan harddisk eksternal Anda mengeluarkan suara detak aneh (clicking sound)? Di dalam sana ada file skripsi, laporan kantor, atau foto-foto kenangan bertahun-tahun yang belum sempat di-backup. Panik? Sudah pasti.
Di tengah kepanikan itu, Anda berselancar di internet dan menemukan sebuah tips ekstrem yang terdengar tidak masuk akal: “Masukkan saja harddisk-mu ke dalam freezer semalaman, nanti datanya bisa diselamatkan!”
Kedengarannya seperti trik sulap atau sekadar candaan netizen. Namun, anehnya, banyak orang yang bersumpah bahwa trik ini benar-benar berhasil. Jadi, pertanyaannya: Apakah ini mitos atau fakta?
Singkatnya, trik ini bukan sepenuhnya kebohongan, tapi merupakan trik jadul yang sudah tidak berlaku lagi untuk teknologi hari ini.
Untuk mengerti kenapa trik ini sempat berhasil, kita harus tahu dulu cara kerja harddisk lama.
Harddisk konvensional (HDD) bekerja menggunakan piringan cakram yang berputar dan sebuah lengan mekanik (seperti pemutar piringan hitam jadul) untuk membaca data. Ketika harddisk bekerja terlalu keras atau usianya sudah tua, komponen logam di dalamnya bisa memuai karena panas. Pemuaian ini membuat lengan mekanik tersangkut atau piringan enggan berputar.
Nah, ketika harddisk tersebut dimasukkan ke dalam freezer (tentu saja dibungkus plastik rapat), suhu dingin yang ekstrem akan menyusutkan kembali komponen logam yang memuai tadi. Alhasil, ketika dikeluarkan, komponen mekanik tersebut punya ruang sedikit untuk bergerak, memberikan Anda waktu sekitar 10–20 menit untuk menyalakan komputer dan menyelamatkan data-data penting sebelum harddisk tersebut panas dan mati total lagi.
Jika Anda menggunakan laptop atau harddisk keluaran beberapa tahun terakhir, melakukan trik ini sama saja dengan “hukuman mati” bagi data Anda. Ini alasan utamanya:
Coba bayangkan Anda mengeluarkan botol sirup dingin dari kulkas. Apa yang terjadi? Permukaan botol akan langsung basah oleh embun, bukan?
Hal yang sama terjadi pada harddisk Anda. Ketika Anda mengeluarkannya dari freezer, udara hangat di luar akan menciptakan titik-titik air (kondensasi) di dalam komponen elektronik harddisk. Air dan listrik adalah kombinasi fatal yang akan memicu korsleting seketika saat harddisk dicolokkan ke komputer.
Harddisk modern dibuat dengan tingkat kerapatan dan presisi yang sangat tinggi. Jarak antara lengan pembaca dan piringan magnetik di dalamnya bahkan lebih tipis dari sehelai rambut. Perubahan suhu ekstrem yang tiba-tiba justru bisa membuat komponen presisi ini melengkung, retak, atau merusak lapisan magnetik tempat data Anda disimpan.
Banyak laptop dan penyimpanan eksternal saat ini menggunakan SSD (Solid State Drive), bukan HDD. SSD tidak memiliki piringan atau komponen bergerak sama sekali; fungsinya mirip seperti flashdisk besar. Memasukkan SSD rusak ke dalam freezer tidak akan mengubah apa pun secara mekanik, justru malah merusak komponen chip di dalamnya karena kelembapan.
Jika harddisk Anda mulai mengeluarkan suara aneh, melambat secara ekstrem, atau tidak terbaca, berikut langkah penyelamatan yang benar:
Menyelamatkan harddisk dengan cara dibekukan di freezer adalah legenda teknologi masa lalu yang sangat berbahaya jika dipraktikkan hari ini. Alih-alih menyelamatkan data, Anda justru berisiko merusaknya secara permanen.