Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Di era transformasi digital saat ini, data telah menjelma menjadi aset paling berharga bagi setiap organisasi. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, bayang-bayang ancaman kehilangan data selalu mengintai. Mulai dari serangan siber yang agresif, kegagalan sistem, hingga kelalaian manusia (human error) dapat terjadi kapan saja.
Ketika sistem Anda lumpuh dan data krusial tampaknya “hilang” atau rusak, di sinilah proses Recovery Data memegang peran sebagai penyelamat terakhir dalam Business Continuity Plan (BCP) perusahaan Anda.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai apa itu recovery data, jenis-jenisnya, manfaat, hingga bagaimana solusi teknologi seperti ELICOVERY dari Elitery hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mitigasi bencana digital Anda.
Recovery data (pemulihan data) adalah sebuah proses penyelamatan, pengambilan, dan pemulihan data yang tidak dapat diakses, hilang, rusak, atau terformat dari media penyimpanan sekunder ketika data yang disimpan di dalamnya tidak dapat diakses secara normal.
Media penyimpanan ini bisa berupa hardisk (HDD/SSD), flashdisk, memory card, server lokal, hingga arsitektur cloud computing.
Berbeda dengan backup yang merupakan tindakan preventif (menyalin data sebelum terjadi kerusakan), recovery data adalah tindakan reaktif dan kuratif yang dilakukan setelah terjadinya insiden atau kegagalan sistem. Proses ini memastikan bahwa infrastruktur IT dan operasional bisnis Anda dapat kembali berfungsi normal dengan downtime (waktu henti) seminimal mungkin.
Memiliki strategi dan sistem recovery data yang matang memberikan kepastian hukum dan operasional bagi perusahaan. Berikut adalah manfaat utamanya:
Setiap detik sistem bisnis Anda berhenti beroperasi karena kehilangan data, ada kerugian finansial yang terus berjalan. Proses recovery data yang cepat memastikan operasional kembali pulih, sehingga mencegah hilangnya potensi pendapatan (revenue) dan menjaga produktivitas karyawan.
Serangan siber seperti ransomware dapat mengunci atau mengenkripsi data penting perusahaan. Dengan sistem recovery data yang tepat—khususnya melalui layanan Disaster Recovery—Anda dapat memulihkan seluruh ekosistem digital Anda ke kondisi clean state (sebelum terinfeksi) tanpa harus tunduk pada tebusan peretas.
Kehilangan data konsumen atau ketidakmampuan melayani pelanggan akibat kegagalan sistem dapat merusak reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun. Recovery data yang andal membuktikan kepada publik dan mitra bisnis bahwa perusahaan Anda memiliki tingkat resiliensi (ketahanan) yang tinggi.
Sektor industri tertentu, seperti perbankan, kesehatan, dan instansi publik, terikat oleh regulasi ketat (seperti aturan OJK dan Perpres SPBE) yang mewajibkan adanya sistem pemulihan bencana. Implementasi recovery data yang terstandar memastikan perusahaan Anda bebas dari sanksi hukum.
Tergantung pada jenis kerusakan yang terjadi, proses recovery data dapat dibagi menjadi beberapa metode: