Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Pernahkah Anda membeli sebuah flashdisk baru dengan kapasitas 64 GB, namun saat dicolokkan ke laptop atau komputer, kapasitas yang terbaca hanya sekitar 59,6 GB? Atau mungkin Anda mendapati kapasitas flashdisk lama Anda tiba-tiba menyusut drastis setelah digunakan untuk membuat bootable sistem operasi?
Fenomena ini sering kali membuat pengguna merasa tertipu oleh produsen atau mengira perangkat mereka rusak maupun terkena virus. Namun, tenang saja. Sebelum Anda buru-buru membuangnya atau komplain ke toko tempat Anda membelinya, mari kita bedah alasan ilmiah dan teknis di balik “hilangnya” kapasitas flashdisk tersebut.
Penyebab paling utama dan paling sering terjadi adalah perbedaan cara hitung antara produsen hardware (pabrik) dengan sistem operasi komputer (seperti Windows).
Ketika flashdisk 64 GB (yang berisi 64 miliar Byte menurut pabrik) dicolokkan ke komputer, Windows akan membagi angka tersebut dengan 1.024 sebanyak tiga kali:
Jadi, kapasitas 59,6 GB yang tertera di komputer Anda sebenarnya sama persis nilainya dengan 64 GB yang tertulis di kemasan. Tidak ada data yang hilang, hanya satuannya saja yang berbeda (produsen menggunakan Gigabyte/GB, sedangkan Windows sebenarnya membaca dalam Gibibyte/GiB namun tetap menuliskannya sebagai GB).
Sama seperti sebuah buku yang membutuhkan daftar isi dan nomor halaman, flashdisk juga membutuhkan ruang kosong untuk mengatur bagaimana data disimpan dan dicari. Ruang ini digunakan oleh File System (seperti FAT32, exFAT, atau NTFS).
Ketika flashdisk diformat, sebagian kecil ruang (biasanya beberapa megabyte) akan dialokasikan untuk menyimpan metadata, tabel partisi, dan indeks data. Semakin besar kapasitas flashdisk, semakin besar pula ruang yang dibutuhkan untuk sistem pengelolaan berkas ini.
Jika pengurangan kapasitas terjadi sangat drastis—misalnya flashdisk 32 GB hanya terbaca 4 GB—masalahnya bukan lagi soal perbedaan biner dan desimal. Kemungkinan besar, flashdisk Anda memiliki partisi yang tersembunyi.
Hal ini sering terjadi jika flashdisk tersebut pernah digunakan sebagai:
Sisa kapasitas yang “hilang” tersebut biasanya berubah menjadi Unallocated Space (ruang yang belum dialokasikan) sehingga tidak terbaca oleh File Explorer. Anda bisa mengecek dan memperbaikinya melalui fitur Disk Management di Windows untuk menyatukan kembali partisinya.
Faktor eksternal seperti serangan siber juga bisa menjadi dalang. Beberapa jenis virus atau malware dapat membuat file sampah (junk files) berukuran raksasa yang disembunyikan (hidden files) di dalam flashdisk.
Akibatnya, ruang penyimpanan penuh oleh berkas tak terlihat, membuat kapasitas kosongnya menyusut drastis tanpa Anda ketahui apa isinya.
Poin terakhir ini wajib diwaspadai, terutama jika Anda membeli flashdisk bermerek terkenal dengan harga yang tidak masuk akal (misalnya: 1 TB hanya seharga Rp50.000).
Banyak beredar flashdisk palsu yang firmware-nya telah dimanipulasi. Secara sistem, komputer akan membaca kapasitasnya sebesar 1 TB. Namun, chip memori asli di dalamnya mungkin hanya berkapasitas 4 GB atau 8 GB. Ketika Anda mengisi data melebihi kapasitas aslinya, data yang masuk akan korup, rusak, atau menimpa (overwrite) data yang lama.
Kehilangan sekitar 7% hingga 10% dari total kapasitas label saat dicolokkan ke komputer adalah hal yang sangat normal akibat perbedaan sistem hitung biner dan desimal.
Namun, jika hilangnya kapasitas dirasa tidak wajar, Anda bisa mencoba melakukan format ulang berkala melalui komputer, memeriksa partisi lewat Disk Management, atau melakukan pemindaian dengan antivirus. Dan yang terpenting, selalu belilah perangkat penyimpanan dari toko resmi dan merek yang tepercaya agar terhindar dari produk palsu.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan teknologi kita semua! Yuk, cek flashdisk Anda sekarang, berapa kapasitas asli yang terbaca?