Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Hard Disk Drive (HDD) adalah media penyimpanan yang memiliki komponen mekanis yang sangat sensitif. Berbeda dengan SSD, HDD menggunakan piringan (platter) yang berputar dengan kecepatan tinggi serta kepala baca/tulis (read/write head) yang bekerja dengan jarak sangat dekat dari permukaan piringan. Karena itulah, HDD tidak boleh terjatuh atau mengalami benturan keras.
1. Risiko Head Crash
Benturan dapat membuat kepala baca menyentuh permukaan piringan yang sedang berputar. Kondisi ini disebut head crash dan dapat menggores platter, sehingga data menjadi rusak atau bahkan hilang permanen.
2. Bad Sector Bertambah
Guncangan keras dapat merusak permukaan piringan sehingga muncul bad sector. Akibatnya, file menjadi sulit dibuka, proses copy lambat, atau muncul pesan error saat membaca data.
3. Kerusakan Komponen Mekanis
Motor spindle, aktuator, atau komponen internal lainnya dapat bergeser atau rusak akibat benturan. Kerusakan ini sering membuat HDD mengeluarkan bunyi klik (clicking sound) dan gagal terdeteksi oleh komputer.
4. Data Sulit Direcovery
Semakin parah kerusakan fisik pada HDD, semakin rumit proses recovery data. Pada kasus tertentu, HDD harus dibongkar di laboratorium khusus dengan ruang bebas debu (clean room) agar data masih memiliki peluang untuk diselamatkan.
5. Biaya Perbaikan Menjadi Lebih Tinggi
Kerusakan akibat jatuh umumnya memerlukan penanganan khusus dan peralatan profesional. Hal ini membuat biaya recovery data bisa jauh lebih mahal dibandingkan kerusakan ringan.
HDD sangat rentan terhadap benturan karena memiliki komponen mekanis yang presisi. Satu kali terjatuh saja dapat menyebabkan kerusakan fisik, kehilangan data, hingga HDD tidak dapat digunakan lagi. Jika HDD terjatuh dan mulai menunjukkan gejala seperti bunyi klik, tidak terbaca, atau akses data sangat lambat, sebaiknya hentikan penggunaan dan jangan memaksakan menjalankan software recovery agar kerusakan tidak semakin parah. Penanganan oleh teknisi recovery data profesional akan memberikan peluang penyelamatan data yang lebih besar.