Mass NAS – Struktur Data dan Pemulihan Data 

Struktur Data pada NAS

NAS umumnya terdiri dari satu atau beberapa hard disk yang sering dikonfigurasi dalam RAID untuk meningkatkan kapasitas dan/atau redundansi data.

Partisi yang umum ditemukan pada disk NAS:

  • Firmware Partition → menyimpan sistem operasi NAS.
  • Swap Partition → digunakan sebagai memori virtual.
  • Data Partition → menyimpan data pengguna.
  • Padding Partition → menyesuaikan ukuran partisi antar disk.

Konfigurasi penyimpanan yang umum:

  • RAID 5 → paling sering digunakan.
  • RAID 0 → fokus pada performa dan kapasitas.
  • RAID 10 (0+1) → kombinasi performa dan redundansi.
  • JBOD → menggabungkan kapasitas disk tanpa RAID.
  • Teknologi khusus:
    • Drobo BeyondRAID
    • Synology Hybrid RAID (SHR)
    • RAID-Z (TrueNAS/ZFS)
  • Beberapa NAS juga menggunakan enkripsi seperti Linux LUKS.

Kapan Data Recovery Diperlukan?

Penyebab umum kehilangan data pada NAS:

Kerusakan sistem:

  • NAS tidak bisa diakses.
  • RAID offline.
  • Mati listrik menyebabkan korupsi data.
  • Firmware crash.
  • Hard disk rusak.
  • Controller rusak.
  • Kerusakan listrik atau mekanis.

Kesalahan pengguna:

  • Update firmware gagal.
  • File terhapus.
  • Salah konfigurasi atau rebuild RAID.

Persiapan Recovery

  1. Matikan NAS.
  2. Keluarkan semua hard disk.
  3. Beri label urutan disk.
  4. Hubungkan disk ke PC.
  5. Jika port tidak cukup:
    • Gunakan adaptor SATA/USB.
    • Tambah kartu SATA PCIe.
    • Buat image disk satu per satu.

Disarankan menggunakan image disk untuk keamanan.

Proses Recovery dengan UFS Explorer

  1. Hubungkan semua disk NAS ke PC.
  2. Buka UFS Explorer.
  3. Cek apakah RAID terdeteksi otomatis.
  4. Jika tidak:
    • Gunakan fitur Build RAID.
    • Tambahkan seluruh anggota RAID.
    • Atur urutan disk.
    • Tentukan parameter RAID yang benar.
  5. Setelah RAID berhasil dibangun:
    • Buka volume.
    • Scan jika data hilang atau terhapus.
    • Salin data ke media penyimpanan lain.

Kesimpulan

Sebagian besar NAS menyimpan data menggunakan teknologi RAID, sehingga proses recovery pada NAS pada dasarnya adalah proses recovery RAID. Keberhasilan pemulihan sangat bergantung pada:

  • Kondisi fisik hard disk.
  • Ketepatan identifikasi konfigurasi RAID.
  • Urutan disk yang benar.

Jika tidak ada kerusakan fisik, recovery sering kali dapat dilakukan sendiri menggunakan software seperti UFS Explorer RAID Recovery atau UFS Explorer Professional Recovery. Namun, untuk disk yang mengalami kerusakan fisik, tindakan paling aman adalah menyerahkannya ke laboratorium data recovery profesional agar risiko kehilangan data permanen dapat diminimalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *