Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Bayangkan sedang membuka laptop seperti biasa, tetapi tiba-tiba semua file tidak bisa diakses. Sistem terasa lambat, lalu mendadak gagal masuk ke Windows. Setelah dicek, hard disk seperti tidak bekerja sebagaimana mestinya bahkan pada beberapa kasus tidak terdengar suara putaran sama sekali.
Bagi sebagian orang, kondisi seperti ini langsung dianggap sebagai akhir dari segalanya. Hard disk rusak sering diasosiasikan dengan kehilangan data permanen: dokumen pekerjaan, foto keluarga, video penting, hingga file skripsi yang belum sempat dicadangkan.
Namun, kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Dalam dunia data recovery, sebuah hard disk yang tampak “mati” belum tentu benar-benar kehilangan semua datanya. Ada kasus di mana kerusakan justru berasal dari komponen kecil yang sering tidak disadari keberadaannya, yaitu chip NAND Flash yang terdapat pada jenis hard disk tertentu bernama SSHD (Solid State Hybrid Drive).
Kebanyakan orang mengenal dua jenis penyimpanan: HDD dan SSD. HDD menggunakan piringan magnetik (platter) untuk menyimpan data, sedangkan SSD mengandalkan chip memori tanpa komponen bergerak.
Namun, ada teknologi lain yang berada di tengah-tengah keduanya: SSHD (Solid State Hybrid Drive). Secara sederhana, SSHD adalah kombinasi antara harddisk tradisional dan SSD kecil di dalam satu perangkat. Sistem ini menggunakan NAND Flash sebagai cache untuk mempercepat proses booting, membuka aplikasi, dan menyimpan sebagian data firmware. Dengan kata lain, drive tetap memakai platter seperti HDD biasa, tetapi mendapat bantuan memori flash agar performanya terasa lebih cepat.
Sayangnya, justru di sinilah masalah bisa muncul. Pada beberapa model seperti Seagate Rosewood ST1000LX015 dan ST2000LX001, kerusakan pada chip NAND menjadi salah satu kasus yang cukup sering ditemukan. Ketika chip ini mengalami gangguan, hard disk bisa gagal melakukan inisialisasi meskipun bagian penyimpanan utama sebenarnya masih dalam kondisi baik.
Hal yang membuat kasus ini menarik adalah sumber masalahnya tidak selalu berasal dari komponen utama harddisk.
Biasanya, ketika hardisk rusak, banyak orang membayangkan platter tergores atau head rusak. Namun pada SSHD tertentu, penyebabnya bisa jauh lebih kecil: NAND chip di PCB (papan elektronik).
Chip ini memang berukuran kecil, tetapi perannya cukup penting karena menyimpan sebagian firmware drive dan membantu proses inisialisasi sistem. Jika NAND mengalami kerusakan, harddisk dapat gagal menyala dengan normal, tidak berputar (not spinning), atau berhenti pada kondisi tertentu meskipun informasi identitas drive masih bisa terbaca oleh sistem.
Dalam beberapa kasus, teknisi menemukan pesan error tertentu pada terminal diagnostik yang menjadi petunjuk bahwa sumber masalah berasal dari NAND, bukan dari platter utama hard disk.
Pertanyaan yang sering muncul adalah: “Kalau masalahnya di papan elektronik, kenapa tidak tinggal ganti PCB saja?”
Sayangnya, prosesnya tidak sesederhana itu.
Pada kasus SSHD Rosewood, penggantian PCB sembarangan justru bisa membuat drive tetap tidak bisa diakses. Teknisi membutuhkan donor board dengan spesifikasi yang sangat mirip, termasuk model hard disk, versi firmware, hingga nomor PCB yang sama. Ketiga parameter tersebut harus cocok agar proses recovery memiliki peluang berhasil.
Bahkan setelah donor ditemukan, prosesnya masih memerlukan modifikasi firmware tertentu dan penyesuaian ROM sebelum drive dapat di-unlock kembali.
Dalam kasus yang dibahas ACE Lab, proses recovery dilakukan menggunakan PC-3000 Portable/Express/UDMA, alat profesional yang umum digunakan di laboratorium pemulihan data.
Alih-alih langsung mengganti komponen secara acak, teknisi terlebih dahulu membaca ROM pasien, menyiapkan donor drive yang sesuai, melakukan proses unlock, hingga menginisialisasi ulang NAND menggunakan perintah terminal tertentu sebelum akhirnya drive siap untuk proses imaging data.
Yang menarik, setelah tahapan tersebut berhasil dilakukan, fokus berikutnya bukan langsung membuka file satu per satu, melainkan membuat salinan (imaging) data terlebih dahulu agar risiko kehilangan data semakin kecil selama proses recovery berlangsung.
Kasus SSHD Rosewood menunjukkan bahwa penyebab kerusakan hard disk modern semakin kompleks. Bukan hanya masalah mekanis, tetapi juga melibatkan firmware, cache NAND, dan sistem elektronik yang saling terhubung.
Hal ini menjadi pengingat bahwa:
Kasus kerusakan NAND pada SSHD menunjukkan bahwa teknologi penyimpanan modern tidak selalu sesederhana yang terlihat.
Sebuah hard disk bisa tampak mati total, padahal data di dalam platter masih utuh. Yang bermasalah hanyalah komponen kecil yang bertugas membantu proses inisialisasi sistem.
Karena itu, ketika hard disk mendadak gagal bekerja, belum tentu semuanya benar-benar hilang. Dalam banyak kasus, data masih ada—hanya membutuhkan cara yang tepat untuk membukanya kembali.
ACE Lab Blog – How to Fix a Rosewood SSHD with a Damaged NAND Chip. Digunakan sebagai sumber utama pembahasan mengenai proses diagnosis dan pemulihan data pada SSHD Seagate Rosewood yang mengalami kerusakan pada chip NAND.
Seagate – What is a Solid State Hybrid Drive (SSHD)?. Menjelaskan konsep dasar SSHD (Solid State Hybrid Drive), termasuk kombinasi teknologi HDD dan NAND Flash untuk meningkatkan performa penyimpanan.
IBM – What is NAND Flash Memory?. Digunakan untuk memahami fungsi NAND Flash sebagai media cache dan penyimpanan firmware pada perangkat modern.
Micron Technology – NAND Flash 101 Introduction. Menjadi referensi tambahan untuk memahami struktur kerja memori NAND Flash dan perannya dalam sistem penyimpanan digital.
ACE Lab – PC‑3000 Data Recovery Solutions. Digunakan sebagai referensi mengenai perangkat profesional PC-3000 yang digunakan dalam proses diagnosis dan pemulihan media penyimpanan rusak.