Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


3D NAND dan Planar NAND memiliki arsitektur sel yang sangat berbeda, mempengaruhi kesulitan dan pendekatan chip-off recovery secara signifikan karena perbedaan struktur fisik, skema ECC, dan mapping data antar lapisan.
Planar NAND (atau 2D NAND) menyusun sel-sel memori dalam satu lapisan datar pada substrat silikon. Setiap sel hanya punya satu level vertikal, dengan channel dan wordline disusun horizontal. Teknologi ini mendominasi hingga sekitar 2015 sebelum digantikan 3D NAND karena mencapai batas fisik scaling.
Pada chip-off, Planar NAND relatif lebih mudah karena struktur tunggal lapisan membuat voltage threshold reading lebih predictable dan ECC scheme lebih sederhana.
3D NAND menumpuk sel-sel memori dalam struktur vertikal (100-200+ lapisan), menggunakan channel hole yang menembus semua layer untuk menghubungkan sel vertikal. Setiap channel hole berisi ratusan sel tersusun vertikal, dengan wordline horizontal membentuk lapisan-lapisan memori.
Kepadatan jauh lebih tinggi, tetapi kompleksitas meningkat drastis karena data tersebar 3D dan setiap lapisan punya karakteristik read/write yang sedikit berbeda.
Pada Planar NAND, satu chip mengandung satu lapisan data yang bisa dibaca secara sequential dengan programmer standar. Wordline dan bitline mapping relatif linear dan terdokumentasi dengan baik.
3D NAND punya struktur string-stacked dimana satu channel hole melayani multiple wordline di berbagai layer. Chip-off memerlukan pemahaman 3D mapping: block address, layer offset, dan plane interleaving yang berbeda antar vendor. Programmer NAND generik sering gagal karena tidak bisa handle multi-layer reading dengan timing dan voltage yang tepat.
Planar NAND biasanya pakai BCH ECC dengan parameter yang lebih standar. 3D NAND modern menggunakan LDPC ECC yang jauh lebih kompleks, dengan lookup table dan parameter operasi yang tersimpan di controller atau OOB (Out-Of-Band) area.
Bad block di 3D NAND jauh lebih banyak (20-30% capacity) dan tersebar di berbagai layer. Tanpa FTL reconstruction yang tepat, sebagian besar dump akan corrupt karena bad block tidak terdeteksi dengan benar.
Planar NAND interleaving relatif sederhana (chip-to-chip atau die-to-die). 3D NAND menggunakan multi-plane operation dalam satu die, dimana setiap plane bisa punya data berbeda meski address logis sama.
Chip-off recovery harus rekonstruksi interleaving scheme yang spesifik per controller model. Salah mapping bisa merusak seluruh struktur file system meski data fisik utuh.
Planar NAND bisa ditangani dengan NAND programmer generik dan software reconstruction dasar. 3D NAND memerlukan:
PC-3000 Flash module sudah support banyak 3D NAND, tetapi tetap butuh update reguler untuk arsitektur terbaru (176-layer, 200+ layer).
Planar NAND chip-off success rate biasanya 70-90% pada kondisi baik, dengan waktu proses beberapa jam hingga sehari. 3D NAND turun ke 40-70% karena kompleksitas reconstruction, dengan waktu 2-7 hari untuk kasus rumit.
Partial recovery (file penting saja) lebih realistis daripada full reconstruction pada 3D NAND yang rusak parah.
3D NAND terus berevolusi ke 300+ layer dengan channel architecture yang lebih kompleks (CMOS under array). Chip-off akan semakin bergantung pada reverse engineering vendor-specific dan kolaborasi antar lab untuk pooling pengetahuan controller terbaru.
Lab recovery perlu investasi berkelanjutan di hardware programmer terbaru dan database reconstruction yang terus diperbarui.
3D NAND jauh lebih sulit untuk chip-off recovery dibanding Planar NAND karena struktur 3D mapping, ECC kompleks, dan interleaving scheme yang vendor-specific. Planar NAND mendekati “plug-and-play” untuk programmer standar, sementara 3D NAND memerlukan pemahaman mendalam arsitektur dan tools khusus. Perbedaan ini menjelaskan mengapa success rate dan waktu recovery berbeda drastis antar generasi NAND flash.