SSD bekas bisa menjadi pilihan yang menarik karena harganya lebih murah, tetapi Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum membelinya. Tidak seperti HDD, SSD memiliki batas siklus tulis (write cycles), sehingga kondisi kesehatannya sangat penting.
Berikut hal yang perlu diperiksa sebelum membeli SSD bekas:
Cek Health SSD Gunakan aplikasi seperti CrystalDiskInfo untuk melihat persentase kesehatan SSD. Sebaiknya pilih SSD dengan kondisi kesehatan di atas 80–90%.
Periksa Total Data yang Sudah Ditulis (TBW) SSD memiliki spesifikasi Terabytes Written (TBW). Semakin besar angka penggunaan mendekati batas TBW, semakin pendek sisa umur pakainya.
Pastikan Tidak Ada Bad Block SSD yang memiliki banyak bad block berisiko mengalami kehilangan data dan penurunan performa.
Tes Kecepatan Baca dan Tulis Lakukan pengujian menggunakan benchmark untuk memastikan performanya masih sesuai dengan spesifikasi.
Perhatikan Riwayat Penggunaan SSD yang sebelumnya digunakan untuk server, mining, atau beban kerja berat cenderung memiliki usia pakai yang lebih pendek dibanding SSD yang hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Periksa Garansi Jika masih memiliki garansi resmi, hal ini menjadi nilai tambah karena memberikan perlindungan jika terjadi masalah di kemudian hari.
Kapan SSD Bekas Layak Dibeli?
Health masih tinggi (idealnya >90%).
Harga jauh lebih murah dibanding SSD baru.
Digunakan untuk penyimpanan tambahan atau komputer sekunder.
Masih memiliki garansi dan lolos pengujian performa.
Kapan Sebaiknya Dihindari?
Health di bawah 70%.
Tidak dapat menunjukkan informasi SMART.
Kecepatan jauh di bawah spesifikasi.
Pernah digunakan untuk beban kerja berat dalam jangka panjang.
SSD bekas masih layak dibeli jika kondisinya baik dan telah diperiksa secara menyeluruh. Namun, untuk menyimpan data yang sangat penting, SSD baru tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan memberikan ketenangan dalam jangka panjang.