Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM
Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Work Hours
Monday to Friday: 7AM - 7PM
Weekend: 10AM - 5PM


Belakangan ini, keluhan mengenai Solid State Drive (SSD) yang tiba-tiba “hilang” atau tidak terdeteksi di BIOS/UEFI semakin sering bermunculan di berbagai forum teknologi. Skema kerusakannya hampir selalu sama: komputer tiba-tiba Blue Screen, me-restart sendiri, lalu masuk ke tampilan BIOS dengan pesan peringatan “No Bootable Device Found”.
Bagi mereka yang sedang mengerjakan proyek pengembangan sistem, mengelola database, atau sekadar menyimpan data penting, kehilangan akses ke penyimpanan utama secara mendadak bisa menjadi mimpi buruk.
Berbeda dengan Hard Disk Drive (HDD) mekanik yang biasanya memberikan “peringatan” berupa suara klik atau putaran yang berisik sebelum rusak, SSD menggunakan chip memori NAND flash. Ketika komponen ini atau pengendalinya (controller) bermasalah, drive bisa mati secara digital dalam hitungan detik.
Beberapa penyebab utama meningkatnya kasus ini antara lain:
Walaupun SSD sering mati mendadak, terkadang sistem operasi memberikan indikasi halus bahwa proses I/O (Input/Output) data sedang bermasalah:
Jangan menunggu sampai layar BIOS menyapa Anda. Kesehatan SSD bisa dipantau dengan membaca data S.M.A.R.T (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology).
Aplikasi gratis seperti CrystalDiskInfo (untuk Windows) adalah standar yang paling sering digunakan. Aplikasi ini akan membaca data S.M.A.R.T dan langsung memberikan status kesehatan seperti Good (Biru), Caution (Kuning), atau Bad (Merah), lengkap dengan persentase sisa umur (misal: 95%).
Produsen besar memiliki perangkat lunak khusus yang jauh lebih komprehensif, seperti Samsung Magician, Western Digital Dashboard, atau Crucial Storage Executive.
Software resmi ini tidak hanya memantau kesehatan, tetapi juga menyediakan pembaruan firmware penting yang sering kali merilis perbaikan untuk masalah “hilang di BIOS”.
Gunakan software pemantau suhu seperti HWMonitor. Pastikan suhu SSD M.2 NVMe Anda tidak sering menyentuh angka 70°C ke atas saat bekerja keras. Jika sering terjadi, pertimbangkan untuk menambahkan heatsink atau memperbaiki sirkulasi udara di casing.
Mengecek kesehatan drive hanyalah langkah pengawasan. Pertahanan terbaik terhadap kerusakan hardware yang tak terduga adalah aturan backup 3-2-1:
Pastikan firmware sistem selalu diperbarui, dan jika indikator kesehatan SSD Anda sudah menunjukkan status Caution atau berada di bawah 20%, segera lakukan kloning atau pindahkan data kritis Anda ke drive baru.