TRIM SSD (Bagian II): Mengapa Data yang Sudah Diformat Semakin Sulit Direcovery? 

Perintah TRIM pada SSD dan HDD berteknologi SMR dirancang untuk meningkatkan performa penyimpanan dengan menghapus blok data yang sudah ditandai sebagai terhapus. Setelah SSD atau HDD SMR diformat, proses TRIM akan mulai membersihkan data di latar belakang. Pada SSD modern, proses ini berlangsung sangat cepat karena didukung pengontrol multi-core, sehingga peluang pemulihan data semakin kecil seiring berjalannya waktu.

Bahkan pada beberapa kondisi, proses TRIM tetap dapat berlanjut meskipun perangkat sudah dilepas dari komputer. Untuk menghentikannya, teknisi data recovery harus mengaktifkan SAFE MODE agar akses ke chip NAND dihentikan sementara, kemudian menggunakan loader firmware khusus untuk masuk ke mode teknis, membangun kembali translator lama, dan mencoba mengakses data yang masih tersisa. Proses ini hanya dapat dilakukan pada SSD yang didukung oleh alat recovery profesional seperti PC-3000 SSD.

Kesimpulan

TRIM merupakan fitur yang sangat bermanfaat untuk menjaga performa SSD, tetapi menjadi tantangan besar dalam proses data recovery. Setelah SSD atau HDD SMR diformat, data dapat terhapus secara permanen dalam waktu singkat. Oleh karena itu, jika terjadi kehilangan data, perangkat sebaiknya segera dihentikan penggunaannya dan ditangani oleh teknisi data recovery yang memiliki peralatan khusus, karena penggunaan lebih lanjut dapat memperkecil bahkan menghilangkan peluang pemulihan data.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *