Refurbished drive adalah hard disk bekas yang diperbaiki dan digunakan kembali dengan melakukan modifikasi, misalnya:

  • Menonaktifkan head yang rusak.
  • Mengubah firmware.
  • Mengaktifkan head lain sebagai pengganti.
  • Menggunakan komponen dari HDD model lain.

Masalahnya, setiap HDD memiliki adaptive parameters yang unik dan disesuaikan dengan kombinasi tertentu antara:

  • Head stack
  • PCB (board elektronik)
  • HDA/camera (ruang platter)

Jika parameter adaptif donor tidak cocok dengan HDD penerima, akibatnya bisa:

  • Data tidak dapat dibaca dengan baik.
  • HDD mengalami gejala clicking.
  • Head donor tidak bekerja optimal atau gagal berfungsi.

Kesimpulan

Refurbished drive umumnya tidak direkomendasikan sebagai donor head stack. Meskipun secara fisik tampak cocok, perbedaan firmware dan parameter adaptif membuat tingkat kompatibilitasnya rendah dan risiko kegagalannya tinggi. Untuk donor, sebaiknya gunakan HDD non-refurbished yang memiliki spesifikasi dan karakteristik yang benar-benar identik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *