NAS umumnya menggunakan OS berbasis Linux atau BSD.
File system yang sering digunakan:
Ext4
XFS
Btrfs
ZFS (pada beberapa NAS BSD-based)
NAS multi-bay biasanya menggunakan RAID seperti:
Linux MD RAID
Synology Hybrid RAID (SHR)
BeyondRAID (Drobo)
Recovery NAS
NAS tidak dapat langsung diakses seperti hard disk USB biasa.
Untuk recovery biasanya:
Matikan NAS.
Lepas hard disk dari NAS.
Hubungkan ke PC.
Gunakan software recovery seperti UFS Explorer RAID Recovery.
Perbandingan Sistem Operasi Host
Windows (Paling Aman)
Kelebihan:
Tidak mengenali file system Linux NAS secara native.
Tidak mengubah metadata RAID.
Risiko kerusakan data sangat kecil.
Kekurangan:
Memerlukan software recovery untuk membaca data NAS.
Rekomendasi: Pilihan terbaik untuk recovery NAS.
Linux
Kelebihan:
Dapat mengenali RAID dan file system NAS secara langsung.
Cocok untuk analisis tingkat lanjut.
Risiko:
Bisa memperbarui metadata RAID.
Bisa menjalankan fsck secara tidak sengaja.
Dapat melakukan write ke file system dan merusak data.
Saran:
Gunakan mode read-only.
Lebih aman bekerja dari image disk.
macOS
Kelebihan:
Dapat digunakan menjalankan UFS Explorer.
Risiko:
Bisa mengubah metadata RAID yang dikenali.
Struktur RAID tertentu dapat berubah otomatis.
Saran:
Gunakan image disk, bukan disk asli.
Rekomendasi Praktis
Urutan keamanan untuk recovery NAS:
Windows (paling aman)
Linux (untuk pengguna berpengalaman)
macOS (hati-hati terhadap perubahan metadata RAID)
Kesimpulan
Untuk recovery data NAS, Windows adalah sistem operasi yang paling aman karena tidak mengenali file system dan metadata RAID NAS secara otomatis sehingga risiko perubahan data sangat rendah. Linux dan macOS dapat digunakan, tetapi keduanya berpotensi memodifikasi metadata RAID atau file system. Jika menggunakan Linux atau macOS, sebaiknya buat disk image terlebih dahulu dan lakukan recovery dari image tersebut, bukan dari disk asli.