Recovery Data dari Volume Microsoft Deduplication 

Microsoft Data Deduplication adalah teknologi optimasi penyimpanan pada filesystem:

  • NTFS
  • ReFS

Teknologi ini bekerja dengan:

  • menghapus data duplikat,
  • menyimpan hanya satu salinan unik dari potongan data (chunks),
  • lalu file lain hanya menyimpan referensi ke chunk tersebut.

Tujuannya:

  • menghemat kapasitas storage,
  • terutama pada server file dan backup storage.

Cara Kerja Deduplication

Pada volume biasa:

  • setiap file memiliki data lengkap sendiri.

Pada volume deduplicated:

  • data identik disimpan satu kali,
  • file hanya menyimpan pointer/referensi ke data tersebut.

Ketika file dihapus:

  • referensi file hilang,
  • tetapi chunk data masih tersimpan dalam deduplication database.

Karena itu:

  • recovery memerlukan interpretasi database deduplication,
  • tidak bisa dipulihkan seperti NTFS/ReFS biasa.

Recovery Data Deduplicated Volume dengan UFS Explorer

Fitur ini hanya tersedia pada:

  • UFS Explorer Professional Recovery

1. Hubungkan Storage ke Komputer

Hubungkan:

  • HDD
  • SSD
  • external drive
  • server drive

Jika volume sistem:

  • disarankan melepas drive dan menghubungkannya ke PC lain
  • atau boot menggunakan UFS Explorer Emergency Recovery CD

2. Jalankan UFS Explorer Professional Recovery

  • Jalankan sebagai administrator
  • Semua physical drive dan logical volume akan muncul di panel kiri

3. Pilih Volume Deduplicated

Cari volume:

  • NTFS atau ReFS
  • dengan ikon deduplication khusus

Ini menandakan volume menggunakan Microsoft Data Deduplication.

4. Aktifkan Deduplication Database

Langkah penting:

  • klik kanan volume
  • pilih:
    • Enable deduplication database

UFS Explorer akan:

  • mencari database deduplication,
  • memuat chunk references,
  • merekonstruksi struktur data sebenarnya.

Tanpa database ini:

  • file tidak dapat dibaca dengan benar,
  • hasil recovery bisa corrupt atau tidak lengkap.

5. Scan Volume

Setelah database berhasil dimuat:

  • lakukan scan storage
  • pilih hanya:
    • NTFS/ReFS
  • klik:
    • Start scan

Tujuan scan:

  • mencari file hilang,
  • file terhapus,
  • struktur filesystem rusak.

6. Simpan Data Recovery

Setelah scan selesai:

  • pilih file/folder yang ingin disimpan
  • klik:
    • Define selection
  • lalu:
    • Save selection

Simpan hasil recovery ke:

  • drive lain,
  • bukan drive sumber.

Kesimpulan

Microsoft Data Deduplication membuat recovery data lebih kompleks dibanding volume NTFS/ReFS biasa karena data file disimpan dalam bentuk:

  • chunk unik,
  • dan referensi deduplication.

Untuk melakukan recovery dengan benar:

  • deduplication database wajib tersedia dan terbaca,
  • karena database tersebut berisi referensi penting untuk merekonstruksi file.

UFS Explorer Professional Recovery memiliki dukungan khusus untuk:

  • membaca deduplication database,
  • merekonstruksi data,
  • dan memulihkan file dari volume deduplicated NTFS/ReFS.

Recovery masih memungkinkan selama:

  • struktur deduplication belum rusak berat,
  • chunk data masih tersedia,
  • dan metadata volume masih dapat diakses.

Tanpa interpretasi deduplication database, data pada volume deduplicated tidak dapat dipulihkan secara benar karena file sebenarnya hanya berupa referensi terhadap kumpulan chunk data unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *