Panduan Penggunaan Task Data Mirror (Data Extractor) pada MRT

Dalam dunia pemulihan data, langkah paling kritis setelah berhasil memperbaiki firmware adalah memindahkan data dari drive yang rusak ke drive yang sehat. Fitur Task Data Mirror pada MRT dirancang untuk menangani skenario di mana hard drive memiliki banyak sektor buruk (bad sectors) atau kepala baca (head) yang sudah lemah.

Fitur ini bekerja dengan cara membuat salinan sektor-demi-sektor (bit-copy) untuk meminimalisir stres pada mekanik hard drive asli.

Fitur Utama Task Data Mirror

  1. Selective Imaging (Penyalinan Selektif): Anda dapat memilih untuk menyalin seluruh isi hard drive atau hanya partisi dan file tertentu saja. Ini sangat menghemat waktu jika kerusakan drive sudah parah.
  2. Multi-Pass Scanning: Kemampuan untuk melewati sektor yang sulit dibaca pada lintasan pertama dan mencobanya kembali pada lintasan berikutnya dengan pengaturan parameter yang berbeda.
  3. Head Map Management: Jika hard drive memiliki beberapa kepala baca dan salah satunya rusak, MRT dapat memetakan kepala mana yang sehat dan hanya menyalin data dari kepala tersebut terlebih dahulu.
  4. Virtual File System: MRT dapat memetakan sistem berkas (NTFS, FAT32, EXT4, dll.) meskipun tabel partisinya rusak, sehingga teknisi bisa melihat struktur folder sebelum proses penyalinan dimulai.

Langkah-Langkah Membuat Tugas (Task) Baru

Berikut adalah prosedur standar untuk memulai proses mirroring data:

1. Persiapan Drive Target

Pastikan drive target (tujuan) memiliki kapasitas yang sama atau lebih besar dari drive sumber. Drive target harus dalam kondisi sehat sempurna.

2. Konfigurasi Parameter Pembacaan

Pada menu MRT, pilih “File System” > “New Task”. Di sini Anda dapat mengatur:

  • Read Timeout: Berapa lama alat harus menunggu sebelum menyerah pada sektor yang sulit dibaca.
  • Skip Factor: Berapa banyak sektor yang akan dilewati jika ditemukan kesalahan pembacaan (berguna untuk mempercepat proses pada area yang rusak parah).
  • Read Mode: Memilih antara menggunakan perintah SATA standar atau perintah teknis pabrikan (vendor-specific commands).

3. Penanganan Sektor Buruk (Bad Sector)

Selama proses berjalan, MRT akan menampilkan peta sektor. Warna hijau biasanya menandakan pembacaan sukses, sedangkan merah menandakan sektor buruk. Anda dapat menghentikan tugas kapan saja untuk menyesuaikan parameter jika jumlah sektor merah terlalu banyak.

4. Ekstraksi File

Setelah proses mirroring selesai (atau mencapai persentase yang diinginkan), Anda dapat masuk ke menu “File Explorer” di dalam tugas tersebut. Di sini, Anda tinggal menandai folder atau file yang ingin disimpan dan menyalinnya ke komputer.

Kesimpulan

Fitur Task Data Mirror pada MRT bukan sekadar alat salin-tempel biasa. Ini adalah mesin ekstraksi tangguh yang mampu beradaptasi dengan kondisi fisik hard drive yang tidak stabil. Dengan pengaturan head map dan manajemen sektor buruk yang tepat, peluang keberhasilan menyelamatkan data penting menjadi jauh lebih tinggi.


Sumber: https://us.mrtlab.com/filesystem/130.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *