Rilis MRT Versi 2.1.9.1: Solusi Otomatis untuk Kerusakan Firmware Kompleks

MRT Lab telah resmi merilis pembaruan perangkat lunak versi 2.1.9.1. Fokus utama pada versi ini adalah peningkatan otomatisasi dalam menangani berbagai kegagalan firmware yang sebelumnya memerlukan intervensi manual yang rumit. Dengan algoritma baru ini, teknisi dapat mempercepat proses pemulihan data pada perangkat penyimpanan generasi terbaru.

Pembaruan Utama dan Fitur Baru

1. Optimalisasi Teknologi SMR (Western Digital)

Hard drive dengan teknologi Shingled Magnetic Recording (SMR) dikenal sulit ditangani jika terjadi kerusakan firmware. MRT versi 2.1.9.1 menghadirkan:

  • Perbaikan Modul 190 (T-List) yang Lebih Cepat: Algoritma baru untuk memperbaiki modul 190 secara otomatis guna mengatasi masalah drive yang terdeteksi namun tidak dapat membaca data.
  • Manajemen Modul 189: Peningkatan kemampuan untuk menangani modul logis pada seri WD Palmer, Spyglass, dan Charger.

2. Modul Seagate F3: Fitur “One-Click Repair”

Untuk lini Seagate, MRT memperkenalkan fitur perbaikan satu klik untuk beberapa masalah umum:

  • Auto Fix MCMT: Secara otomatis memperbaiki Multi-Core Management Table (MCMT) yang sering kali korup pada seri Rosewood.
  • Peningkatan Akses Terminal: Stabilitas komunikasi melalui jalur terminal ditingkatkan agar proses pengiriman perintah perbaikan tidak terputus di tengah jalan.

3. Ekspansi Modul SSD

Dukungan terhadap SSD terus diperluas untuk mengimbangi tren pasar:

  • Kontroler Silicon Motion (SMI): Penambahan dukungan untuk lebih banyak varian kontroler SMI, termasuk fitur pembacaan dump memori NAND secara langsung.
  • Virtual Translator: Peningkatan stabilitas saat membangun translator virtual untuk SSD yang mengalami kerusakan sistem berkas internal (internal file system failure).

4. Peningkatan Antarmuka dan Stabilitas

  • Task Report: Sistem laporan tugas kini memberikan informasi yang lebih mendetail mengenai sektor yang berhasil dipulihkan dan sektor yang gagal.
  • Perbaikan Bug: Menghilangkan beberapa masalah crash yang terjadi saat perangkat lunak melakukan pemindaian pada drive dengan kapasitas di atas 10TB.

Langkah Penting untuk Pengguna

Pihak MRT Lab mewajibkan pengguna untuk memperbarui Driver Driver kartu MRT setelah melakukan instalasi versi 2.1.9.1 ini. Hal ini diperlukan untuk menyinkronkan instruksi baru antara perangkat lunak dan perangkat keras, terutama bagi pengguna kartu MRT Ultra.

Kesimpulan

Pembaruan versi 2.1.9.1 mempertegas komitmen MRT dalam menyederhanakan proses pemulihan data yang kompleks. Dengan fitur perbaikan otomatis yang lebih kuat untuk HDD WD/Seagate dan dukungan SSD yang semakin matang, teknisi dapat bekerja dengan lebih efisien dan meningkatkan tingkat keberhasilan pemulihan data bagi klien mereka.


Sumber: https://us.mrtlab.com/news/371.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *