scanning drive menggunakan UFS Explorer 

Artikel ini menjelaskan proses scanning drive menggunakan UFS Explorer untuk memulihkan file yang hilang atau terhapus dari HDD, SSD, flashdisk, maupun image disk.

1. Kapan scanning diperlukan?

Scanning dilakukan ketika:

  • File terhapus secara tidak sengaja
  • Partisi hilang atau rusak
  • File system corrupt
  • Storage tidak bisa diakses normal
  • Quick format dilakukan

Namun recovery sering gagal jika:

  • Data sudah tertimpa (overwrite)
  • SSD menjalankan TRIM
  • File dihapus dengan secure erase/shredder
  • Dilakukan full format (low-level format)

Proses scanning di UFS Explorer

Langkah utama:

a. Install software dengan aman

  • Jangan install UFS Explorer di drive yang ingin direcovery.
  • Gunakan drive lain atau komputer lain agar data tidak tertimpa.

b. Hubungkan storage

  • Sambungkan HDD/SSD/flashdisk ke komputer.
  • Gunakan koneksi tercepat (SATA lebih baik daripada USB lama).

c. Pilih drive/partisi

  • Pilih storage yang ingin discan dari daftar perangkat.
  • Klik:
    • Start Scan
    • atau Scan for Lost Data

d. Atur parameter scan

UFS Explorer memungkinkan:

  • Menentukan range sector tertentu
  • Memilih jenis file system:
    • Ext4
    • XFS
    • NTFS
    • FAT
    • dll
  • Mengatur encoding nama file
  • Menyimpan database hasil scan (*.ssdb)

e. Gunakan IntelliRAW

Fitur IntelliRAW:

  • Melakukan pencarian berdasarkan signature file
  • Berguna jika metadata file system rusak
  • Bisa menemukan:
    • JPG
    • MP4
    • ZIP
    • DOCX
    • dll

Tetapi:

  • Nama file asli bisa hilang
  • Struktur folder bisa rusak
  • File fragmented kadang tidak sempurna

f. Jalankan scan

  • Scan dapat dipause/resume
  • Hasil sementara bisa disimpan
  • Waktu scan tergantung:
    • kapasitas drive
    • kondisi kerusakan
    • koneksi
    • jenis scan

g. Evaluasi hasil recovery

Setelah scan selesai:

  • File dapat dipreview
  • Bisa dicari berdasarkan:
    • nama
    • tipe
    • tanggal
  • Pilih file yang ingin disimpan

h. Simpan hasil recovery

File hasil recovery HARUS disimpan ke:

  • drive lain
  • external HDD
  • NAS lain
  • network folder

Jangan menyimpan kembali ke drive sumber karena bisa menyebabkan overwrite permanen.

Kesimpulan

UFS Explorer bekerja dengan:

  • membaca struktur file system,
  • menganalisa metadata,
  • mencari signature file,
  • dan merekonstruksi data yang hilang.

Keberhasilan recovery sangat dipengaruhi oleh:

  • kondisi storage,
  • apakah data sudah tertimpa,
  • jenis file system,
  • dan metode penghapusan data.

Poin penting:

  • Semakin cepat scanning dilakukan, semakin besar peluang recovery.
  • SSD lebih sulit direcovery karena TRIM.
  • Recovery terbaik dilakukan secara read-only.
  • Menyimpan hasil recovery ke drive sumber dapat menyebabkan kehilangan data permanen.
  • IntelliRAW membantu saat metadata rusak, tetapi hasilnya tidak selalu lengkap.

Secara umum, UFS Explorer merupakan tool recovery tingkat profesional yang sangat kuat untuk:

  • HDD
  • RAID
  • NAS
  • LVM
  • XFS/Ext4
  • dan berbagai storage kompleks lainnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *