Memulihkan Data MicroSD SanDisk 200GB dengan PC-3000 Flash

Pemulihan data dari kartu microSD SanDisk kapasitas besar (200GB dan 400GB) merupakan salah satu tantangan tersulit dalam industri pemulihan data saat ini karena kerumitan arsitektur yang digunakan oleh produsen.

Mengapa Pemulihan SanDisk Begitu Sulit?

SanDisk menerapkan beberapa fitur khusus yang membuat proses rekonstruksi data menjadi sangat kompleks tanpa peralatan yang tepat:

  • SLC Cache: SanDisk menggunakan sekitar 20-30% kapasitas kartu sebagai cache SLC untuk mempercepat proses penulisan. Jika kartu rusak saat proses penulisan, data sistem file terbaru sering kali tertahan di cache ini dan hanya bisa dipulihkan menggunakan algoritma translator.
  • Sistem Subblocks: Pengontrol (controller) SanDisk menggunakan subblocks untuk memperbarui sistem file, sehingga pembangunan citra berbasis nomor blok standar sering kali menghasilkan data yang kosong atau tidak lengkap.
  • Batasan Kapasitas: Untuk kartu di atas 64GB, penanda area layanan hanya menggunakan 2 byte, sehingga penyusunan citra secara manual hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan translator.

Persiapan Perangkat Keras (Monolith)

Kartu microSD 200GB ini merupakan tipe monolit yang memiliki dua kristal internal berbeda: satu berkapasitas 128GB dan satu lagi 64GB.

  • Identifikasi Pinout: Menggunakan skema pinout Tipe 1 yang ada di basis data monolit ACELab.
  • Pembersihan Lapisan: Lapisan pelindung monolit dikerok perlahan menggunakan pensil fiberglass.
  • Penyolderan: Kabel daya disolder ke pin monolit dan dihubungkan ke Spider Board.

Tahapan Teknis Pemulihan Data

  1. Pembacaan Terpisah: Karena perbedaan kapasitas kristal internal, pembacaan dilakukan dua kali. Pertama untuk bagian 128GB (dengan mengaktifkan CE0), kemudian bagian 64GB (dengan mengaktifkan CE1).
  2. Koreksi ECC & Rereading: Dilakukan koreksi Error Correction Code (ECC) dan pembacaan ulang pada sektor-sektor yang buruk untuk memastikan kualitas dump yang optimal.
  3. Penggabungan Dump: Kedua hasil pembacaan digabungkan ke dalam satu tugas (task) baru. Bagian kedua (64GB) akan terlihat setengah kosong (berisi FF) karena kapasitas fisiknya memang lebih kecil dari slot yang tersedia.
  4. Transformasi Halaman (Page Transformation): Untuk SanDisk, transformasi halaman dilakukan secara manual dengan aturan: 14SA + 512DA + 512DA + 512DA + 512DA + 230ECC.
  5. Eliminasi Interleave: Dilakukan proses eliminasi interleave tipikal (Split by Block; Join by pages) dan penyatuan blok berdasarkan sumber N.
  6. Penyusunan Translator: Langkah final adalah menggunakan SanDisk 8Sec Translator khusus untuk chip TLC. Translator ini akan mengintegrasikan data dari cache SLC dan blok tambahan untuk membangun struktur folder dan file yang utuh.

Kesimpulan

Dengan menggunakan PC-3000 Flash dan dukungan teknis dari ACELab, struktur file yang rumit pada kartu microSD SanDisk kapasitas besar tetap dapat direkonstruksi secara akurat.


Sumber:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *